saya berusaha tidak menilai orang hanya dari tampilan luarnya
sebagaimana saya tidak suka dinilai orang hanya dari tampilan luarnya
maka apabila kamu hanya menyukai saya karena rupa
harapan saya akan suka padamu lebih baik kamu lupa
Rabu, 20 Juli 2011
Sahabat/Kerabat
katakanlah engkau punya sahabat
berarti kau memiliki orang-orang yang tak mengikat
ataupun merasa terikat
meski semuanya erat
yah, pelukan mereka terasa hangat
ada hati akan selalu dekat
meski leluconmu rasanya keparat
tawa mereka hingga sekarat
bukanlah makna yang mereka sirat
melainkan perasaan yang tak terlihat
maka tolong aku, tanganku jabat
dengan ini kita adalah kerabat
berarti kau memiliki orang-orang yang tak mengikat
ataupun merasa terikat
meski semuanya erat
yah, pelukan mereka terasa hangat
ada hati akan selalu dekat
meski leluconmu rasanya keparat
tawa mereka hingga sekarat
bukanlah makna yang mereka sirat
melainkan perasaan yang tak terlihat
maka tolong aku, tanganku jabat
dengan ini kita adalah kerabat
20 dan Cermin
berapa batas remaja?
tanya kaca seorang lelaki tanggung
tertawa, ia jawab tanpa canggung
tiada, selama semangatmu bara
replika sempurna, tawanya kaku
aku tanya si pria dalam cermin
berapa batas usiaku beku?
akankah aku menghilang terbungkus kain?
cukup lama ia bisu
menimbang dalam kelu
lalu jawabnya sangat hemat
orang-orang berlalu, sejarah mencatat
kurasa ia adanya benar
namun, aku tidak cepat puas
otakku bekerja lebih keras
bagaimana membuat cerita tak pudar?
kurasa adalah menjejak
semakin keras kau menghentak
semakin dalam ia tercetak
dan semakin lama ia rusak
maka nanti saat waktuku berhenti
jejakku adalah bukti eksistensi
pria dalam kaca tertawa
tahu usianya segera lewat remaja
tetapi ia tak khawatir
putaran otaknya belum berakhir
tanya kaca seorang lelaki tanggung
tertawa, ia jawab tanpa canggung
tiada, selama semangatmu bara
replika sempurna, tawanya kaku
aku tanya si pria dalam cermin
berapa batas usiaku beku?
akankah aku menghilang terbungkus kain?
cukup lama ia bisu
menimbang dalam kelu
lalu jawabnya sangat hemat
orang-orang berlalu, sejarah mencatat
kurasa ia adanya benar
namun, aku tidak cepat puas
otakku bekerja lebih keras
bagaimana membuat cerita tak pudar?
kurasa adalah menjejak
semakin keras kau menghentak
semakin dalam ia tercetak
dan semakin lama ia rusak
maka nanti saat waktuku berhenti
jejakku adalah bukti eksistensi
pria dalam kaca tertawa
tahu usianya segera lewat remaja
tetapi ia tak khawatir
putaran otaknya belum berakhir
Senin, 20 Juni 2011
KSPK : Kisah Sikat Pembersih Kotoran (gigi)
Ketika anda bangun tidur, apa yang pertamakali anda lakukan? Taruhan, anda pasti ke kamar mandi dan segera melakukan aktivitas di kamar mandi, yang salah satunya adalah menyikat gigi. Begitupun sebelum tidur, anda yang peduli dengan kebersihan pasti menyikat gigi sebelum tidur. Bahkan, saking pentingnya menyikat gigi, kebanyakan mahasiswa yang tidak sempat mandi saat akan berangkat kuliah hanya akan menyikat gigi dan mencuci muka. Begitu penting dan dekatnya sikat gigi dengan kehidupan kita. tetapi, pernahkah anda berpikir siapa yang menciptakan sikat gigi untuk pertama kalinya?
Alkisah, pada masa sebelum sikat gigi ditemukan, orang membersihkan gigi dengan menggunakan kain lap yang digosok-gosokan pada gigi. Memang, lap kurang bisa membersihkan secara maksimal. Maka manusia berusaha menemukan alat yang bisa lebih menjamin kebersihan gigi. Orang yang pertama kali menciptakan model pertama dari sikat gigi modern adalah seorang narapidana bernama William Addis. Ia menciptakan suatu alat kelak dinamakan sikat gigi ketika sedang menjadi tahanan dalam penjara pada tahun 1930-an.
William Addis adalah seorang pemuda yang berasal dari Inggris. Ia menciptakan model sikat gigi pertama tersebut dari tulang ayam sisa makanan penjara dan rambut-rambut binatang. Ia melubangi tulang ayam tersebut pada salah satu ujungnya yang kemudian ia isi dengan rambut-rambut hewan tersebut. Itulah yang kelak akan dikenal sebagai model prototype dari sikat gigi modern.
Pada tahun 1938, perusahaan Du Pond dari Amerika Serikat memproduksi secara massal sikat gigi dari nilon berdasarkan model sikat gigi modern yang diciptakan oleh William Addis. Ini merupakan pertama kalinya sikat gigi nilon berdasarkan bentuk ciptaan Addis diproduksi dan diperjualbelikan secara massal untuk publik. Model sikat gigi yang dikembangkan dari model ciptaan Addis terus berkembang semenjak saat itu hingga sekarang. Dapat kita temui berbagai macam sikat gigi yang beredar di pasaran saat ini. Sikat gigi yang kita gunakan sekarang merupakan modifikasi dari model sikat gigi yang diciptakan oleh Addis tersebut.
Sungguh besar peran sikat gigi. Apabila anda bepergian dan sikat gigi anda ketinggalan, pasti anda berusaha membeli sikat gigi baru kan? Bandingkan dengan sabun dan sampo yang bisa dipinjam, sikat gigi ini lebih bersifat privat dan tidak bisa dipinjamkan. Apabila anda ngotot meminjam, itu akan sangat menjijikan. Lagipula jika anda harus memilih salah satu, anda lebih memilih yang mana, mandi tanpa sikat gigi atau sikat gigi tanpa mandi? Tentulah yang lebih penting menyikat gigi. Sedemikian pentingnya sikat gigi, maka sudah selayaknya kita berterimakasih kepada Tuhan yang telah menciptakan seorang William Addis sehingga kita bisa menjaga kebersihan gigi setiap saat sehingga kita bisa terhindar dari bau mulut, kotoran plak dan radang gusi.
Alkisah, pada masa sebelum sikat gigi ditemukan, orang membersihkan gigi dengan menggunakan kain lap yang digosok-gosokan pada gigi. Memang, lap kurang bisa membersihkan secara maksimal. Maka manusia berusaha menemukan alat yang bisa lebih menjamin kebersihan gigi. Orang yang pertama kali menciptakan model pertama dari sikat gigi modern adalah seorang narapidana bernama William Addis. Ia menciptakan suatu alat kelak dinamakan sikat gigi ketika sedang menjadi tahanan dalam penjara pada tahun 1930-an.
William Addis adalah seorang pemuda yang berasal dari Inggris. Ia menciptakan model sikat gigi pertama tersebut dari tulang ayam sisa makanan penjara dan rambut-rambut binatang. Ia melubangi tulang ayam tersebut pada salah satu ujungnya yang kemudian ia isi dengan rambut-rambut hewan tersebut. Itulah yang kelak akan dikenal sebagai model prototype dari sikat gigi modern.
Pada tahun 1938, perusahaan Du Pond dari Amerika Serikat memproduksi secara massal sikat gigi dari nilon berdasarkan model sikat gigi modern yang diciptakan oleh William Addis. Ini merupakan pertama kalinya sikat gigi nilon berdasarkan bentuk ciptaan Addis diproduksi dan diperjualbelikan secara massal untuk publik. Model sikat gigi yang dikembangkan dari model ciptaan Addis terus berkembang semenjak saat itu hingga sekarang. Dapat kita temui berbagai macam sikat gigi yang beredar di pasaran saat ini. Sikat gigi yang kita gunakan sekarang merupakan modifikasi dari model sikat gigi yang diciptakan oleh Addis tersebut.
Sungguh besar peran sikat gigi. Apabila anda bepergian dan sikat gigi anda ketinggalan, pasti anda berusaha membeli sikat gigi baru kan? Bandingkan dengan sabun dan sampo yang bisa dipinjam, sikat gigi ini lebih bersifat privat dan tidak bisa dipinjamkan. Apabila anda ngotot meminjam, itu akan sangat menjijikan. Lagipula jika anda harus memilih salah satu, anda lebih memilih yang mana, mandi tanpa sikat gigi atau sikat gigi tanpa mandi? Tentulah yang lebih penting menyikat gigi. Sedemikian pentingnya sikat gigi, maka sudah selayaknya kita berterimakasih kepada Tuhan yang telah menciptakan seorang William Addis sehingga kita bisa menjaga kebersihan gigi setiap saat sehingga kita bisa terhindar dari bau mulut, kotoran plak dan radang gusi.
Sabtu, 28 Mei 2011
Aku Dibayar Bukan Untuk Kebaikan
apa yang kupijak
pada benar ia berpihak
maka sedikit tiada aku beranjak
aku menolak
hatiku yakin, tak bimbang
adapun pendapat orang
berlainan saling silang
aku di sini, kau di seberang
membuatku tercengang
nyata kebaikan tak bisa berdagang
walau mereka senang
hatinya perang
aku tak bisa menawar
untuk apa yang aku dibayar
maka semua perkataanku tawar
tak bisa ke otak diantar
hanya memutar-mutar
di sela-sela nalar
lalu beringsut keluar
melalui alat pendengar
tetapi, aku juga sadar
sekali cemar, takkan lagi benar
apa yang kutawar
bukan untuk itu aku dibayar
aku dibayar bukan untuk ramah tamah
senyumku terlalu murah
sehingga ada yang marah
karena pada kontrak aku bersalah
mana yang lebih dulu
merangkul ataukah mengguru?
aku kira merangkul dulu akan manjur
ternyata mengguru dulu lebih menggiur
maaf, maaf, maaf
aku bukan si maha tahu
meski kau anggap begitu
tetap saja aku juga masih memburu ilmu
pada benar ia berpihak
maka sedikit tiada aku beranjak
aku menolak
hatiku yakin, tak bimbang
adapun pendapat orang
berlainan saling silang
aku di sini, kau di seberang
membuatku tercengang
nyata kebaikan tak bisa berdagang
walau mereka senang
hatinya perang
aku tak bisa menawar
untuk apa yang aku dibayar
maka semua perkataanku tawar
tak bisa ke otak diantar
hanya memutar-mutar
di sela-sela nalar
lalu beringsut keluar
melalui alat pendengar
tetapi, aku juga sadar
sekali cemar, takkan lagi benar
apa yang kutawar
bukan untuk itu aku dibayar
aku dibayar bukan untuk ramah tamah
senyumku terlalu murah
sehingga ada yang marah
karena pada kontrak aku bersalah
mana yang lebih dulu
merangkul ataukah mengguru?
aku kira merangkul dulu akan manjur
ternyata mengguru dulu lebih menggiur
maaf, maaf, maaf
aku bukan si maha tahu
meski kau anggap begitu
tetap saja aku juga masih memburu ilmu
Under A Spell
I have a gaze that pierce
be shy!
'coz your eyes will come first
and then your heart becomes pieces
put you into spell
deep and deep, say good bye!
as you can't tell
night or day?
it's no matter as long as I dwell
and I smirk as you smile
losing focus
unconscious
my gaze
is dangerous
enjoy your abuse
be shy!
'coz your eyes will come first
and then your heart becomes pieces
put you into spell
deep and deep, say good bye!
as you can't tell
night or day?
it's no matter as long as I dwell
and I smirk as you smile
losing focus
unconscious
my gaze
is dangerous
enjoy your abuse
Menakar Waktu
jangan ragu bertanya waktu
pada hal apapun yang kau kira tahu
menunggu
sangatlah menjemu
tapi yakinlah
lebih baik tahu berapa lama berlalu
sehingga menakar tidaklah sukar
berapa lama lagi harus bersabar
pada hal apapun yang kau kira tahu
menunggu
sangatlah menjemu
tapi yakinlah
lebih baik tahu berapa lama berlalu
sehingga menakar tidaklah sukar
berapa lama lagi harus bersabar
Langganan:
Postingan (Atom)